Felavon Gandeng Komunitas Fotografi, Bawang Dayak Dibidik Lewat Kreativitas Digital

38

PALANGKA RAYA, INFOBORNEO – Produk olahan bawang dayak Felavon mulai membidik pasar lebih luas melalui kekuatan kreativitas dan dunia digital. PT Agro Borneo Buntok menggandeng Komunitas Fotografi Hitam Putih Borneo (HPB) untuk mengeksplorasi potensi promosi produk melalui fotografi dan konten digital.

Kolaborasi tersebut diawali dengan pertemuan komunitas HPB dan Felavon di Valv Coffee and Eatery Palangka Raya, Sabtu (15/8) sore. Salah satu agenda yang disiapkan adalah foto rally yang terbuka untuk masyarakat umum dan digelar tanpa biaya.

Manajer Marketing PT Agro Borneo Buntok, Syarifah Shania Zahra SSos, mengatakan kolaborasi dengan komunitas fotografi diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkenalkan Felavon secara lebih kreatif di ruang digital.

“Terima kasih teman-teman komunitas foto HPB. Semoga niat kita buat event foto rally bisa terlaksana dan berjalan lancar. Terus berlanjut,” ucap Hani, sapaan akrabnya.

Menurut Hani, Felavon merupakan produk olahan bawang dayak yang dikemas dalam bentuk tablet effervescent. Produk tersebut dirancang praktis karena mudah larut dan dikonsumsi, dengan mengusung tagline “alami, barigas, mangat”.

Hani menjelaskan, bawang dayak Felavon memiliki kandungan utama flavonoid yang dikenal memiliki sifat antioksidan. Produk tersebut juga dipadukan dengan vitamin C.

“Kita tidak boleh overclaim, meski banyak testimoni yang menilai Felavon bawang dayak ini bagus untuk menjaga stamina tubuh. Dipadu kandungan vitamin C untuk kulit, secara rasa Felavon memberikan sensasi segar saat diminum,” ungkapnya.

Selain pengembangan produk, Felavon terus mengeksplorasi sisi pemasaran dan distribusi agar produk berbasis bahan lokal tersebut semakin dikenal masyarakat. Saat ini, Felavon disebut telah tersedia di sejumlah apotek.

Ketua HPB, Oktavianus Wahyu, menilai kolaborasi antara UMKM dan komunitas semakin penting, terutama ketika pemasaran produk tidak lagi hanya mengandalkan cara konvensional.

“Di era cyber saat ini, eksistensi di dunia digital wajib dipahami para pelaku UMKM. Khususnya terkait fotografi, videografi hingga kecerdasan buatan alias AI,” tutur Okta.

Kolaborasi Felavon dan HPB diharapkan tidak berhenti pada rencana foto rally. Kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya produk lokal, kreativitas komunitas, dan teknologi digital untuk memperluas promosi UMKM sekaligus memperkenalkan potensi bawang dayak melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi digital.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.