Stok Pertalite Masih Tersedia, Wali Kota Fairid Naparin Minta Warga Tak Panic Buying

10

PALANGKA RAYA, INFOBORNEO – Antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya. Namun, Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan stok Pertalite masih tersedia dan meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengimbau masyarakat tetap tenang serta membeli BBM sesuai kebutuhan. Menurutnya, pembelian berlebihan justru dapat membuat antrean semakin panjang dan mengurangi kesempatan masyarakat lain mendapatkan BBM.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Belilah BBM sesuai kebutuhan, sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik dan masyarakat lainnya juga mendapatkan kesempatan yang sama,” ujar Fairid.

Ia menjelaskan, antrean di sejumlah SPBU dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya meningkatnya permintaan Pertalite. Kondisi tersebut juga terjadi seiring adanya peralihan sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite.

Selain itu, pola pembelian masyarakat turut meningkat setelah muncul informasi mengenai penggunaan STNK dan barcode untuk pembelian BBM bersubsidi.

Fairid meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya, terutama yang berkaitan dengan kebijakan baru mengenai BBM.

“Kalau ada kebijakan baru, tentu akan disampaikan melalui jalur resmi. Jangan sampai masyarakat membeli secara berlebihan hanya karena mendengar informasi yang belum jelas,” katanya.

Di tengah antrean tersebut, distribusi BBM dari Fuel Terminal Pulang Pisau menuju Palangka Raya juga mengalami hambatan akibat kabut asap karhutla. Jarak pandang yang berkurang membuat mobil tangki harus menyesuaikan kecepatan sehingga waktu tempuh distribusi terlambat sekitar satu hingga dua jam.

Meski distribusi menghadapi kendala, berdasarkan data per 6 September 2026, stok Pertalite di Fuel Terminal Pulang Pisau tercatat sebanyak 1.617 kiloliter (KL). Sementara kebutuhan harian atau daily order ticket (DOT) mencapai 516 KL, dengan coverage day sekitar 3,13 hari.

Data pada 19 SPBU juga menunjukkan stok Pertalite masih tersedia di sejumlah titik. Karena itu, masyarakat diminta tidak merespons antrean dengan melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan.

Pemko Palangka Raya terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan sekaligus mengurai antrean di sejumlah SPBU.

“Pemerintah akan terus melakukan koordinasi dan evaluasi di lapangan. Kita ingin distribusi BBM tetap berjalan dan antrean ini bisa segera terurai,” pungkas Fairid.

Pemerintah berharap masyarakat turut menjaga kelancaran distribusi dengan membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying. Informasi mengenai kebijakan maupun kondisi pasokan BBM juga diharapkan diperoleh melalui kanal resmi agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.