Target Pendapatan Kalteng Rp5,4 Triliun Dinilai Masih Aman

7

PALANGKA RAYA, INFOBORNEO – Target pendapatan daerah Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2026 sebesar sekitar Rp5,4 triliun dinilai masih berada dalam jalur yang memungkinkan untuk dicapai. DPRD Kalteng menyebut pemerintah daerah masih memiliki waktu untuk memastikan target tersebut terealisasi sampai akhir tahun.

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, mengatakan hasil evaluasi bersama Bapenda menunjukkan proyeksi penerimaan masih sesuai dengan target. “Berdasarkan hasil evaluasi sementara, mudah-mudahan seluruh estimasi pendapatan daerah Tahun 2026 sebesar sekitar Rp5,4 triliun dapat tercapai. Kami juga sudah menanyakan kepada Kepala Bapenda dan dijelaskan Insyaallah target tersebut bisa terealisasi sampai akhir Desember,” ujarnya, Kamis (5/8/2026).

Menurut Junaidi, target tersebut terdiri atas pendapatan murni sekitar Rp5,1 triliun dan SiLPA kurang lebih Rp336 miliar. Dengan komposisi tersebut, kemampuan fiskal daerah dinilai masih cukup untuk mendukung kebutuhan anggaran.

Meski pendapatan diproyeksikan tercapai, DPRD tetap memberikan perhatian terhadap sisi pengeluaran. Sejumlah kewajiban daerah berdasarkan hasil audit BPK perlu diselesaikan sehingga program dalam APBD Perubahan harus disesuaikan.

“Kalau estimasi pendapatan itu tercapai, berarti yang kita evaluasi tinggal sisi pengeluarannya. Memang akan ada penyesuaian karena hasil audit BPK sudah jelas dan ada beberapa kewajiban yang harus diselesaikan,” katanya. Penyesuaian juga diperlukan terkait kewajiban pengembalian DBH-DR dan hak pemerintah kabupaten serta kota.

Junaidi menilai penyesuaian anggaran merupakan bagian dari upaya menjaga akuntabilitas APBD. “Mau tidak mau, konsekuensinya program-program pemerintah yang sebelumnya menggunakan dana tersebut harus disesuaikan kembali. Karena itu pada APBD Perubahan nanti kita evaluasi lagi dan kita sesuaikan lagi program-program yang ada,” ungkapnya. (redaksi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.