PALANGKA RAYA, INFOBORNEO – Kerusakan Jalan HM Arsyad yang menghubungkan Sampit-Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur, dinilai sudah mengkhawatirkan dan membahayakan keselamatan pengendara. Kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang menjadi salah satu alasan pemerintah mengalokasikan anggaran perbaikan sebesar Rp10 miliar.
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, mengatakan kerusakan tersebut harus segera ditangani karena jalan menjadi jalur strategis masyarakat. “Kondisi Jalan HM Arsyad memang mengkhawatirkan. Ada sejumlah lubang, aspal terkelupas hingga permukaan yang bergelombang,” kata Hafid, Minggu (12/07/2026).
Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna kendaraan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan. Beberapa kecelakaan bahkan disebut telah terjadi di sekitar ruas jalan tersebut dan menyebabkan korban meninggal dunia.
Hafid menilai kondisi semakin berbahaya ketika musim hujan tiba. Genangan air dapat menutup lubang pada badan jalan sehingga sulit dikenali pengendara, terutama mereka yang melintas pada malam hari.
Selain kondisi jalan, tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari juga diduga ikut mempercepat kerusakan. Padahal, Jalan HM Arsyad memiliki fungsi strategis dalam menunjang mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan aktivitas ekonomi antarwilayah.
Karena itu, Hafid meminta masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan perbaikan yang telah dianggarkan pemerintah. “Silakan masyarakat ikut mengawasi proses perbaikan jalan ini. Jika nanti ditemukan kekurangan atau pekerjaan yang tidak sesuai, sampaikan kepada kami agar bisa segera ditindaklanjuti bersama,” ucapnya. (redaksi)