Pilrek UPR Tahap I Rampung, Tiga Kandidat Melaju ke Seleksi Kemendiktisaintek

23

PALANGKA RAYA – Tahap pertama Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030 resmi rampung. Melalui rapat senat terbuka yang digelar di Aula Rahan, Rektorat UPR, Kamis (9/7/2026), anggota Senat Universitas menetapkan tiga bakal calon rektor yang akan melanjutkan proses seleksi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Tiga nama yang lolos berdasarkan hasil pemungutan suara tersebut adalah Dr. Thea Farina, SH., M.Kn, Prof. Dr. Liswara Neneng, S.Pd., M.Si, dan Prof. Bhayu Rhama, ST., M.B.A., Ph.D. Ketiganya berhasil meraih suara terbanyak dari empat bakal calon yang mengikuti pemilihan tahap pertama.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, Dr. Thea Farina memperoleh dukungan tertinggi dengan 16 suara. Sementara Prof. Liswara Neneng dan Prof. Bhayu Rhama masing-masing mengantongi 11 suara. Adapun Dr. Natalina Asi, M.A. memperoleh 4 suara. Seluruh 42 suara yang digunakan anggota senat dinyatakan sah tanpa adanya suara tidak sah maupun abstain.

Ketua Senat Universitas Palangka Raya, Prof. Petrus Poerwadi, mengatakan proses pemungutan suara berlangsung secara langsung, demokratis, dan transparan. Seluruh anggota senat yang memiliki hak pilih turut menyaksikan proses pemungutan hingga penghitungan suara.

“Setelah diadakan pemilihan secara langsung yang dihadiri 42 anggota senat, sudah memilih masing-masing dari empat kandidat calon rektor dan terpilih tiga calon yang memiliki suara tertinggi,” ujarnya usai memimpin rapat senat terbuka.

Menurut Prof. Petrus, hasil Tahap I menjadi dasar bagi UPR untuk mengusulkan tiga bakal calon rektor kepada Kemendiktisaintek. Selanjutnya, kementerian akan melakukan proses penyaringan sebelum memasuki tahapan pemilihan akhir.

“Tahapan selanjutnya akan mengerucut pada proses penyaringan calon rektor sebelum memasuki pemilihan akhir yang turut melibatkan perwakilan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sesuai ketentuan yang berlaku. Adapun persentase suara dari Menteri yakni 35 persen,” jelasnya.

Ketua Panitia Pilrek UPR, Prof. Joni Bungai, menambahkan panitia segera mengirimkan dokumen administrasi beserta nama tiga kandidat yang lolos kepada Kemendiktisaintek. Setelah itu, para calon akan mengikuti fit and proper test serta wawancara sebagai bagian dari tahapan seleksi.

“Selanjutnya akan dilakukan pemanggilan untuk fit and proper test serta wawancara kepada tiga calon yang lolos oleh Kemendiktisaintek,” katanya.

Ia menjelaskan jadwal pelaksanaan wawancara sepenuhnya menjadi kewenangan kementerian. Namun, pemilihan rektor definitif dijadwalkan berlangsung sebelum masa jabatan Rektor UPR saat ini berakhir pada 7 September 2026.

“Jadi rektor baru akan terpilih sebelum masa jabatan Rektor UPR berakhir. Sebelum 7 September sudah ada rektor baru UPR yang terpilih,” tandasnya.

Rampungnya Tahap I menandai dimulainya proses seleksi di tingkat nasional. UPR berharap seluruh tahapan berjalan lancar hingga menghasilkan rektor yang mampu memperkuat tata kelola perguruan tinggi, meningkatkan kualitas akademik, memperluas jejaring kerja sama, serta membawa Universitas Palangka Raya semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.