Pupuk Kaltim Dorong Petani Bulutana Bangun Ekonomi Mandiri
GOWA, INFOBORNEO – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mendorong petani di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, membangun ekonomi mandiri melalui program Pengembangan Kawasan Terpadu Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI).
Program yang diinisiasi sejak 2023 tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Saat ini, PKT BERSERI melibatkan enam kelompok tani dengan 132 anggota dan mencakup lahan seluas 82,50 hektare.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, mengatakan pengembangan kawasan dilakukan dengan mengintegrasikan sektor pertanian, pengelolaan kompos, dan pariwisata. Ketiga sektor tersebut diharapkan saling mendukung dalam menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat Bulutana.
“PKT BERSERI bukan sekadar pelaksanaan program Comdev, tapi upaya membangun kemandirian masyarakat secara terstruktur. Kita ingin petani memiliki pengetahuan, kelembagaan, serta kemampuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan,” ujar Rafli saat meninjau program di Bulutana, Kamis (1/10/2026).
Untuk memperkuat produktivitas, Pupuk Kaltim juga memberikan edukasi mengenai pemupukan yang tepat sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan. Rafli menekankan penggunaan pupuk harus memperhatikan prinsip tepat jenis, dosis, waktu, tempat, dan cara agar produktivitas meningkat dengan biaya yang lebih efisien.
Menurut Rafli, keberlanjutan program sangat bergantung pada kemampuan kelompok tani dalam mengelola potensi yang dimiliki. Karena itu, perusahaan terus mendorong penguatan kelembagaan sekaligus membuka akses dan ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya.
“Pupuk Kaltim hadir untuk mendampingi, membuka akses, dan memperkuat kapasitas. Tapi masyarakat Bulutana adalah aktor utama yang akan menentukan masa depan program ini. Kami ingin PKT BERSERI terus hidup dan berkembang meskipun nantinya pendampingan perusahaan berakhir,” tegas Rafli.
Komisaris Pupuk Kaltim, Sukardi Rinakit, mengatakan keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak cukup dilihat dari banyaknya kegiatan atau bantuan yang diberikan. Menurutnya, ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah kemampuan masyarakat mempertahankan dan mengembangkan hasil program secara mandiri.
“Bulutana memiliki modal kuat untuk berkembang, baik dari potensi pertanian, kearifan lokal, maupun sumber daya manusia. Modal itu perlu terus dikonsolidasikan menjadi kekuatan ekonomi yang dapat memberi manfaat dalam jangka panjang,” kata Sukardi.