Program Agrosolution Pupuk Kaltim Dongkrak Produktivitas Padi hingga 8,5 Ton per Hektare

18

JOMBANG, INFOBORNEO – Program Agrosolution PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mendorong peningkatan produktivitas padi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Melalui pendampingan budidaya dan pemupukan berimbang, produktivitas padi yang sebelumnya berada di kisaran 7 ton per hektare meningkat menjadi 8,5 ton per hektare.

Pendampingan tersebut kembali dilakukan melalui pemupukan tanaman padi di Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Selasa (15/9/2026). Program ini diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan hasil panen, tetapi juga membuat penggunaan sarana produksi menjadi lebih efisien.

Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Maslani, mengatakan pemupukan menjadi salah satu tahapan penting dalam pendampingan Agrosolution. Petani didorong menerapkan pemupukan sesuai dosis, kondisi lahan, serta kebutuhan tanaman.

Yang ingin kami bangun adalah pemahaman bahwa pemupukan harus dilakukan secara tepat, mulai dari dosis hingga cara aplikasi. Jadi pupuk yang digunakan dapat memberikan hasil secara optimal dan biaya yang dikeluarkan petani juga lebih efisien,” jelas Maslani.

Menurut Maslani, pendampingan tidak cukup dilakukan hanya pada saat budidaya atau pemupukan. Proses tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pengetahuan dan praktik pertanian yang diterapkan petani dapat terus dipantau dan dikembangkan.

Dukungan bagi petani tidak cukup hanya di tahap budidaya, tapi perlu dilakukan berkesinambungan agar penerapan pengetahuan praktik pertanian dapat terus dipantau serta dikembangkan,” ucapnya.

Melalui Agrosolution, Pupuk Kaltim juga mendorong petani memahami hubungan antara kebutuhan tanaman, kondisi lahan dan penggunaan pupuk. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pemakaian pupuk lebih efektif sekaligus mendukung pengelolaan lahan secara berkelanjutan.

Komisaris Pupuk Kaltim, Azis Samual, mengatakan kesinambungan program memiliki arti penting dalam mendukung pertanian produktif dan berkelanjutan. Menurutnya, Jombang memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan sehingga perlu diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Kita juga perlu memastikan bagaimana produktivitas lahan dan tanaman dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Sasaran inilah yang terangkum dalam Agrosolution,” ungkap Azis.

Azis menambahkan, pemupukan berimbang menjadi bagian penting untuk menjaga produktivitas sekaligus kesuburan tanah. Penggunaan pupuk secara berlebihan maupun tidak sesuai kebutuhan dapat menyebabkan inefisiensi, sehingga edukasi dan pendampingan menjadi bagian penting dalam program.

Mewakili Pemerintah Daerah, Asisten III Setdakab Jombang Syaiful Anwar menyambut positif keberlanjutan pendampingan Agrosolution. Ia menilai keterlibatan dunia usaha dalam sektor pertanian dapat memperkuat upaya pemerintah menjaga produktivitas pangan.

“Kami harap kolaborasi ini dapat terus diperluas Pupuk Kaltim, agar semakin banyak petani di Jombang yang mendapatkan manfaat,” tutur Syaiful.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.