Rakor PSI Kalteng Memanas, DPD Pulang Pisau Protes Pernyataan Pancani: Jangan Rendahkan Kami

17

INFOBORNEO, Palangka Raya – Suasana Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kalimantan Tengah di Hotel Luwansa, Sabtu (18/7/2026), sempat memanas. Anggota DPD PSI Pulang Pisau secara terbuka menyampaikan keberatannya terhadap pernyataan Pancani Gandrung yang dinilai menyinggung perjuangan kader di daerah.

Keberatan itu disampaikan setelah Pancani, saat menyampaikan arahan Ketua Harian DPP PSI mengenai percepatan pembentukan struktur partai, meminta seluruh DPD kabupaten/kota segera melengkapi kepengurusan. Ia juga mengingatkan bahwa dana dari DPP telah disalurkan untuk menggerakkan konsolidasi di lapangan, namun menurutnya gerakan di sejumlah daerah masih minim.

Pernyataan tersebut mendapat respons dari Anggota DPD PSI Pulang Pisau. Di hadapan peserta rapat, ia mengaku tersinggung karena merasa penyampaian tersebut seolah meremehkan pengurus daerah yang selama ini bekerja membesarkan partai.

“Jangan merendahkan kami, meremehkan kami. Kesannya seperti kami ditekan dengan uang yang tidak seberapa itu. Kami ini bergerak karena kami mau dengan PSI, tapi kok seolah-olah kami direndahkan dengan uang segitu saja. Saya tersinggung dengan pernyataan Anda,” tegasnya.

Menurutnya, kerja-kerja politik di daerah tidak bisa hanya diukur dari besaran bantuan operasional yang diterima. Ia menegaskan para kader tetap bergerak karena memiliki komitmen membangun PSI, bukan semata-mata karena dukungan dana.

Senada dengan itu, Ketua DPD PSI Lamandau, Supriandi, turut menyampaikan bahwa perjuangan pengurus di daerah tidaklah mudah. “Perjuangan kami di lapangan itu luar biasa,” ujarnya, menggambarkan tantangan yang dihadapi kader dalam memperkuat struktur dan membesarkan partai di wilayah masing-masing.

Menanggapi hal tersebut, Pancani Gandrung justru mempertanyakan keberatan tersebut.

“Saya bingung tadi dia tersinggung karena apa ya? Perasaan saya menyampaikan arahan yang sudah disampaikan DPP. Memang di partai politik yang paling bahaya itu kompornya. Mungkin itu tadi orang baru,” kata Pancani.

Perbedaan pandangan tersebut menjadi salah satu dinamika yang muncul dalam Rakorwilsus DPW PSI Kalimantan Tengah. Meski berlangsung cukup terbuka, forum tetap berlanjut dengan pembahasan percepatan pembentukan struktur partai dan konsolidasi organisasi menjelang agenda politik mendatang.(Redaksi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.