PALANGKA RAYA, INFOBORNEO – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya (UPR) melalui Program Studi (Prodi) Doktor Ilmu Manajemen mendorong penguatan kemampuan analisis risiko untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih terukur. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan Certified Enterprise Risk Analyst (CERA) yang digelar pada 4–5 Maret 2026 dan diikuti 18 peserta dari kalangan dosen, pejabat, serta mahasiswa program doktor (S3).
Pelatihan ini berfokus pada peningkatan kemampuan peserta dalam mengenali potensi risiko, menganalisis dampaknya, serta menentukan strategi penanganan yang sesuai. Keterampilan tersebut diperlukan agar organisasi dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang berpengaruh terhadap pencapaian tujuan.
Dekan FEB UPR, Dr. Sunaryo Neneng, S.E., M.P., membuka kegiatan tersebut. Dua narasumber dihadirkan, yakni Prof. Janek Ratnatunga, CEO ICMA Australia, dan Prof. Dr. Ana Sopanah, Direktur PT RAD Indonesia sekaligus President ICMA Indonesia.
Prof. Dr. Usup Riassy Christa, MM., yang merupakan Koordinator Prodi Doktor Ilmu Manajemen, menyampaikan bahwa penguasaan manajemen risiko menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola organisasi.
“Kemampuan mengenali dan mengelola risiko dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang tepat serta mewujudkan tata kelola organisasi yang lebih baik,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Pengelolaan risiko tidak hanya berkaitan dengan upaya menghindari kerugian, tetapi juga mencakup kemampuan memahami ketidakpastian sebelum menetapkan keputusan. Dengan analisis yang tepat, organisasi dapat mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan menentukan langkah yang sesuai dengan tujuan serta kapasitas yang dimiliki.
Melalui program CERA, peserta mempelajari pendekatan sistematis dalam mengidentifikasi, menganalisis, mengelola, dan menentukan perlakuan terhadap risiko. Pemahaman tersebut dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan organisasi, termasuk perencanaan program, pengelolaan sumber daya, dan pelaksanaan kebijakan.
Peserta yang berasal dari kalangan akademisi, pejabat, dan mahasiswa doktor diharapkan dapat memanfaatkan pengetahuan tersebut sesuai bidang masing-masing. Bagi kalangan akademisi, pemahaman manajemen risiko juga dapat mendukung analisis dan pengembangan kajian yang berkaitan dengan tata kelola organisasi.
FEB UPR melalui kegiatan ini berupaya memperkuat kompetensi sumber daya manusia dalam menghadapi ketidakpastian. Kemampuan mengelola risiko secara terencana diharapkan membantu organisasi meningkatkan kualitas keputusan, memperkuat tata kelola, dan menjaga pencapaian sasaran yang telah ditetapkan.