Meski Sungai Kahayan Surut, PDAM Tirta Bahalap Pastikan Palangka Raya Tidak Krisis Air Bersih

197

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Perumdam Tirta Bahalap Kota Palangka Raya memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat masih dalam kondisi aman meski permukaan Sungai Kahayan mengalami penyusutan akibat kemarau.

Direktur Perumdam Tirta Bahalap Kota Palangka Raya, Budi Harjono, mengatakan ketinggian permukaan Sungai Kahayan saat ini berada di kisaran 5–6 meter. Kondisi tersebut mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan kondisi normal yang biasanya berada di kisaran 12–14 meter.

“Palangka Raya masih aman dari krisis air bersih. Kondisi permukaan air Kahayan di antara 5–6 meter. Itu memang sudah mengalami penurunan, yang biasanya di antara 12–14 meter. Tapi sementara masih aman,” kata Budi.

Menurutnya, meski muka air Sungai Kahayan menyusut, kondisi tersebut belum sampai mengganggu proses pengambilan dan pengolahan air baku untuk kebutuhan pelayanan masyarakat.

Perumdam Tirta Bahalap masih mampu mengatasi kondisi sumber air baku secara teknis sehingga distribusi air bersih kepada pelanggan tetap berjalan.

Namun, Budi mengingatkan potensi krisis dapat muncul apabila kemarau berlangsung dalam waktu yang lebih panjang. Jika kondisi kekeringan terus berlanjut hingga sekitar dua bulan ke depan, ketersediaan air baku berpotensi semakin tertekan.

“Kalau kekeringan ini berlanjut sampai dua bulan ke depan, kemungkinan akan terjadi krisis,” ujarnya.

Meski demikian, peluang terjadinya krisis dalam waktu dekat masih dapat ditekan menyusul hujan yang mulai turun di sejumlah daerah. Curah hujan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kembali debit sumber air dan mengurangi dampak kemarau.

Selain Sungai Kahayan, kondisi sumber air baku di Sungai Rungan yang digunakan untuk pelayanan Unit Tangkiling juga masih aman.

Budi menyebut belum ada kendala berarti dalam pemanfaatan Sungai Rungan. Kondisi air yang lebih keruh menjadi salah satu persoalan yang muncul, namun masih dapat ditangani melalui proses pengolahan secara teknis.

“Yang Sungai Rungan untuk Unit Tangkiling juga aman. Tidak ada kendala. Hanya mungkin airnya keruh, tapi secara teknis masih bisa kita atasi. Masih aman untuk digunakan,” jelasnya.

Ia memastikan kondisi tersebut belum memengaruhi pelayanan air bersih kepada masyarakat di wilayah Tangkiling dan sekitarnya.

Meski kondisi masih aman, Perumdam Tirta Bahalap tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan debit dan kualitas air di sumber air baku. Pemantauan diperlukan untuk mengantisipasi apabila kemarau kembali menguat dan berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Budi juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak di tengah kondisi kemarau. Penghematan penggunaan air dinilai penting untuk menjaga ketersediaan sumber daya air apabila kondisi kering berlangsung lebih panjang.

Dengan permukaan Sungai Kahayan yang kini berada di kisaran 5–6 meter, Perumdam Tirta Bahalap menilai Palangka Raya belum berada dalam kondisi krisis air bersih. Namun, perkembangan curah hujan dan kondisi sungai dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan pasokan air baku bagi masyarakat.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.