Ketua JMSI Kalteng Wakili Indonesia di Forum Media Internasional di Tiongkok

13

PALANGKA RAYA, INFOBORNEO – Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Kalimantan Tengah, Julius M. Sinaga, dipercaya menjadi delegasi Indonesia dalam forum internasional South and Southeast Asian Media Network (SSAMN) Annual Meeting 2026 yang berlangsung di Kunming, Provinsi Yunnan, Tiongkok. Forum tersebut membahas tantangan industri media di era digital, mulai dari pengaruh konten kreator hingga perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh All China Journalists Association (ACJA) itu mempertemukan delegasi dari 14 negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan industri media, tantangan jurnalisme modern, serta transformasi digital yang mengubah lanskap pers global.

Julius M. Sinaga hadir atas undangan resmi ACJA sebagai bagian dari delegasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), organisasi konstituen Dewan Pers. Selain mewakili JMSI secara nasional, kehadirannya juga membawa nama Kalimantan Tengah di forum internasional tersebut.

“Hari ini hari pertama konferensi. Kalau tidak dipadatkan, acaranya bisa sampai besok,” ujar Julius melalui pesan WhatsApp, Selasa (14/7/2026).

Menurut Julius, salah satu isu yang paling banyak dibahas dalam pertemuan tersebut adalah perubahan ekosistem media akibat pesatnya perkembangan teknologi digital. Delegasi dari berbagai negara menilai kehadiran konten kreator telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat.

Ia mengatakan, banyak peserta forum menyoroti semakin besarnya pengaruh konten kreator di ruang publik digital. Kondisi itu menjadi tantangan bagi media arus utama karena sebagian masyarakat kini lebih mempercayai informasi yang disampaikan secara langsung melalui platform digital.

“Para peserta melihat bahwa konten kreator kini memiliki pengaruh yang sangat besar. Mereka dianggap mampu menyampaikan fakta secara langsung sehingga mendapat kepercayaan dari sebagian publik,” katanya.

Selain fenomena konten kreator, perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga menjadi topik utama dalam forum tersebut. Mayoritas delegasi sepakat bahwa AI membuka peluang besar bagi industri media, terutama dalam meningkatkan efisiensi kerja jurnalistik dan mempercepat proses produksi informasi.

Namun demikian, Julius menegaskan bahwa penggunaan AI juga membawa tantangan baru, terutama berkaitan dengan akurasi data, proses verifikasi fakta, serta menjaga kredibilitas informasi yang dipublikasikan kepada masyarakat.

“AI memang mempermudah pekerjaan jurnalistik, tetapi kelemahannya terletak pada proses verifikasi. Pada akhirnya, kualitas, kecepatan, ketepatan, dan informasi yang dapat diverifikasi akan menjadi penentu kemenangan dalam persaingan media,” ungkapnya.

Forum SSAMN Annual Meeting 2026 menjadi ruang kolaborasi bagi insan pers dari berbagai negara untuk membangun jejaring internasional sekaligus merumuskan strategi menghadapi tantangan jurnalisme di era disrupsi digital. Delegasi Indonesia dalam kegiatan tersebut terdiri atas Ketua Umum JMSI Dr. Teguh Santosa, pendiri JMSI Mursid Yusmar, Ketua Pengda JMSI Lampung Ahmad Novriwan, Pengurus Pusat Bidang Luar Negeri JMSI Yopiandi Kurniawan, Farida Farhah dari Farah.id, serta Julius M. Sinaga sebagai perwakilan Kalimantan Tengah.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.