APBD Kalteng 2026 Turun 34,71 Persen, Pembangunan Difokuskan ke Sektor Prioritas
PALANGKA RAYA, INFOBORNEO.COM – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026 mengalami penurunan signifikan hingga 34,71 persen. Dari sebelumnya Rp8,3 triliun pada 2025, anggaran kini menyusut menjadi sekitar Rp5,4 triliun.
Kondisi ini memaksa pemerintah daerah untuk memperketat pengelolaan anggaran dengan memusatkan pembangunan hanya pada sektor-sektor prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S Ampung, menyatakan bahwa situasi fiskal ini menuntut efisiensi dan efektivitas dalam setiap belanja daerah.
“Jadi pembangunan betul-betul harus dilakukan di atas prioritas-prioritas lain, ada yang lebih prioritas, sehingga perlu dipilah belanja-belanja yang betul-betul bermanfaat di masyarakat,” ujarnya, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, pengurangan anggaran berdampak pada penyesuaian program, termasuk pemangkasan belanja rutin dan nonprioritas. Pemerintah kini fokus pada sektor wajib seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur strategis.
Selain itu, Pemprov Kalteng juga menerapkan kebijakan penghematan untuk menjaga kualitas layanan publik tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.
Upaya lain yang dilakukan adalah mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) serta meningkatkan peran badan usaha milik daerah (BUMD) guna menopang fiskal daerah.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap pembangunan tetap berjalan efektif meski ruang fiskal terbatas, sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat. (Redaksi)