Rektor UPR Prof Bhayu Rhama Mulai 100 Hari Kerja dengan Pembenahan Sarana Belajar Mahasiswa

PALANGKA RAYA, INFOBORNEO – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Bhayu Rhama, ST, MBA, PhD, memulai program kerja 100 hari dengan memprioritaskan pembenahan sarana belajar mahasiswa. Peningkatan kualitas internet, pemenuhan kebutuhan listrik, dan perbaikan ruang kelas menjadi fokus awal kepemimpinannya.

Bhayu mengatakan, fasilitas dasar yang memadai menjadi salah satu penunjang penting bagi kelancaran kegiatan akademik. Karena itu, kondisi sarana dan prasarana di setiap fakultas akan menjadi perhatian untuk menentukan kebutuhan pembenahan.

“Program 100 hari yang akan saya lakukan adalah memperbaiki fundamental sarana belajar-mengajar untuk para mahasiswa, mulai dari kualitas internet, listrik, hingga ruang kelas. Sehingga kita bisa memberikan yang terbaik bagi mahasiswa,” katanya saat meninjau lingkungan UPR, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan kualitas internet dan pemenuhan kebutuhan listrik ditargetkan mulai diupayakan hingga akhir Desember 2026. Pelaksanaannya akan menyesuaikan kondisi serta kebutuhan masing-masing fakultas.

“Dalam tiga bulan ke depan, paling tidak sampai akhir Desember ini, kita akan berusaha menciptakan kualitas internet yang baik dan memastikan listrik terpenuhi di setiap fakultas,” ucapnya.

Selain pembenahan fasilitas fisik, Bhayu juga berencana menghadirkan layanan Halo UPR sebagai saluran komunikasi langsung antara mahasiswa dan pihak rektorat. Layanan ini akan menampung kritik, saran, serta aspirasi mahasiswa terkait penyelenggaraan kegiatan akademik dan berbagai persoalan kampus.

Menurutnya, akses komunikasi yang lebih mudah diperlukan agar mahasiswa dapat menyampaikan masukan tanpa harus melalui jalur birokrasi yang berbelit-belit. Dengan begitu, pihak universitas dapat mengetahui persoalan yang dihadapi mahasiswa dan menindaklanjutinya.

“Setiap kritik, saran, ataupun apa yang diinginkan mahasiswa bisa tersampaikan secara langsung. Jadi, cukup sampaikan kepada kami dan akan segera kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Bhayu menargetkan layanan Halo UPR dapat mulai tersedia dalam waktu dekat, bahkan diupayakan sudah berjalan pada pekan ini. Kehadiran layanan tersebut diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa dan pimpinan universitas.

Untuk memetakan kebutuhan fasilitas secara langsung, Bhayu juga berencana mengunjungi seluruh fakultas dalam satu hingga dua pekan ke depan. Peninjauan terutama akan menyasar ruang kelas untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan perbaikan yang diperlukan.

“Kita akan melihat langsung kondisi di seluruh fakultas, terutama ruang kelas, sehingga bisa mengetahui apa saja yang perlu dibenahi,” tuturnya.

Melalui program 100 hari kerja tersebut, UPR berupaya memperkuat fasilitas penunjang pembelajaran sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan mahasiswa. Pembenahan ini diharapkan menjadi fondasi untuk menciptakan lingkungan akademik yang lebih nyaman dan mendukung proses belajar-mengajar.

Comments (0)
Add Comment