Dikritik Mahasiswa Soal Penanganan Karhutla Bupati Barsel: Kritik Adalah Tanda Sayang dan Perhatian

25

BUNTOK, INFOBORNEO — Bupati Barito Selatan (Barsel) Eddy Raya Samsuri menyampaikan terima kasih atas kritik dan masukan mahasiswa terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat. Kritik tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah sekaligus pengingat bagi pemerintah untuk meningkatkan penanganan di lapangan.

Eddy Raya mengatakan pemerintah daerah tidak perlu bersikap defensif terhadap kritik yang disampaikan mahasiswa. Menurutnya, kritik yang disampaikan secara konstruktif justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan dan langkah pemerintah dalam menghadapi persoalan karhutla.

“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada adik-adik mahasiswa. Kritikan tajam kalian adalah vitamin bagi kami di pemerintahan,” ujar Eddy Raya.

Ia mengapresiasi keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pandangan terhadap persoalan yang terjadi di daerah. Menurutnya, sikap kritis tersebut menunjukkan adanya kepedulian generasi muda terhadap kondisi lingkungan dan masa depan Barito Selatan.

Eddy Raya juga mengakui bahwa penanganan karhutla masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya berkaitan dengan perhatian dan respons terhadap ancaman kebakaran lahan yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

Karena itu, berbagai catatan yang disampaikan mahasiswa akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah. Ia memastikan masukan tersebut akan ditindaklanjuti untuk memperkuat langkah mitigasi serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla.

“Kritik dan masukan yang diberikan adik-adik mahasiswa ini adalah bentuk tanda sayang dan perhatian kepada saya pribadi serta pemerintah daerah. Ini menjadi pengingat yang baik agar kami bisa bekerja lebih sigap dan maksimal,” katanya.

Menurut Eddy Raya, persoalan karhutla tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Upaya pencegahan dan penanganan membutuhkan keterlibatan masyarakat serta berbagai elemen daerah, termasuk mahasiswa dan generasi muda.

Ia pun mengajak para pemuda di Barito Selatan untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan. Generasi muda, katanya, memiliki peran penting sebagai agen perubahan sekaligus bagian dari masyarakat yang dapat ikut mengawasi persoalan lingkungan di daerah.

Eddy Raya berharap kritik dan komunikasi antara mahasiswa dengan pemerintah dapat terus terbangun. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla sekaligus menjaga lingkungan Barito Selatan.

Ia menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap kritik yang bertujuan memperbaiki kondisi daerah. Dengan keterlibatan pemerintah dan generasi muda, ia berharap cita-cita mewujudkan Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus yang bebas dari bencana karhutla dapat diwujudkan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.