Kabut Asap Memburuk, JKN Lindungi Peserta Terdampak Karhutla

19

INFOBORNEO, Palangka Raya – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi disejumlah wilayah turut berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Di Kota Palangka Raya, Indeks Kualitas Udara berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tercatat mencapai 593 dengan kategori Berbahaya pada Jumat (28/08).

Kondisi tersebut turut dirasakan oleh Saifuli (61), peserta Program JKN kelas satu asal Desa Tumbang Nusa. Sebagai petani, ia tidak hanya menghadapi kekhawatiran terhadap lahan pertaniannya, tetapi juga dampak terhadap kesehatan. Bersama warga, personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Saifuli turut berjaga di sekitar perbatasan lahan warga dan titik api untuk mengantisipasi penyebaran karhutla. Menurut Saifuli, aktivitas tersebut cukup menguras waktu dan tenaga. Terlebih, ia memiliki riwayat hipertensi dan merasakan sejumlah keluhan kesehatan saat kondisi karhutla terjadi.

”Hari ini saya menjalani kontrol di RSUD Kota Palangka Raya bersama tetangga karena sebetulnya tidak hanya saya, warga kami yang lain juga banyak mengalami keluhan serupa seperti sakit kepala, pusing, mual-mual, sesak napas, hingga diare. Keluhan-keluhan seperti ini memang sering dirasakan saat musim karhutla, namun asal punya BPJS (Program JKN) pengobatannya aman saja seperti kami hari ini,” ujar Saifuli.

Dampak kabut asap juga dirasakan Anisavitri (36), peserta JKN kelas satu asal Kota Palangka Raya yang tengah menemani anak bungsunya yang berusia lima bulan menjalani rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Palangka Raya. Ia menceritakan bahwa putranya sempat dibawa berobat jalan ke poli anak. Namun, setelah kembali ke rumah, kondisi sang buah hati justru semakin memburuk.

”Dampak kabut asap ini benar-benar meresahkan, terutama bagi kami yang memiliki anak kecil. Putra saya ini mengalami diare dan dehidrasi selama seminggu terakhir. Sudah sempat dibawa berobat jalan ke poli anak. Namun setelah pulang kerumah, malah semakin lemas, sehingga terpaksa harus langsung dirawat inap. Hari ini baru hari pertama rawat inap, sejauh ini layanan rumah sakitnya cepat dan tidak ada kendala tadi pas mau masuk,” ungkap Anisavitri.

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palangka Raya, K. Hindro Kusumo mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi karhutla. Masyarakat dianjurkan menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menerapkan pola hidup bersih serta memastikan kepesertaan JKN selalu aktif agar dapat digunakan kapan saja saat masyarakat mengalami ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

”Untuk pelayanan kesehatan terkait ISPA tentunya dijamin oleh Program JKN selama kepesertaan JKN aktif. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Apabila mulai mengalami ISPA yang disebabkan oleh kabut asap dan telah memastikan JKN-nya aktif, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftar,” ujar Hindro.(Redaksi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.