Solidaritas Tanpa Batas, Okki Maulana Razak Tegaskan Damkar Hadir untuk Kemanusiaan
PALANGKA RAYA, INFOBORNEO – Ketua Forum Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Okki Maulana Razak, menegaskan bahwa aksi kemanusiaan tidak boleh dibatasi oleh sekat wilayah administratif. Prinsip tersebut menjadi landasan keterlibatan relawan damkar Palangka Raya dalam membantu pemadaman kebakaran besar di Komplek Pasar Kasongan, Kabupaten Katingan, Minggu (25/1/2026) malam.
Okki menyampaikan, kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk dengan dominasi bangunan kayu menuntut respons cepat dan kolaboratif. Tanpa menunggu lama, pihaknya langsung mengerahkan 12 tim relawan damkar swasta lintas kabupaten untuk mempercepat proses pemadaman.
“Ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan, kami tidak melihat batas wilayah. Yang kami lihat adalah kemanusiaan,” tegas Okki.
Ia menjelaskan, keputusan mengirim relawan diambil berdasarkan pertimbangan potensi bahaya yang bisa meluas apabila api tidak segera dikendalikan. Kehadiran relawan dari Palangka Raya diharapkan mampu menekan risiko kerugian yang lebih besar, baik dari sisi material maupun keselamatan warga.
Dalam operasi tersebut, berbagai unsur terlibat, mulai dari Emergency Response Palangka Raya, Rescue LazisMU Kalteng, hingga personel Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah yang menurunkan satu unit mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter beserta peralatan pendukung.
Sejumlah BPK swasta juga turut ambil bagian, di antaranya BPK Hiu Putih, Putra Pahandut, JRM, Wisata Jaya, BSF, Seth Adji, PKCM, Berkat Usaha, Laskar Pahandut, serta BPK Muhajirin Pasar Kahayan.
Okki menilai keterlibatan lintas daerah tersebut mencerminkan kuatnya solidaritas relawan pemadam kebakaran di Kalimantan Tengah. Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian sosial menjadi modal utama dalam menghadapi bencana.
Ia pun berharap sinergi antarelawan, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar penanganan kebakaran maupun kondisi darurat lainnya dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
“Selama masyarakat membutuhkan, relawan akan selalu siap hadir. Ini adalah panggilan nurani yang tidak mengenal batas,” pungkas Okki.