Koperasi Sekolah Jadi Sarana Edukasi, Disdik Kalteng Arahkan Dana Tepat Sasaran ke Siswa
PALANGKA RAYA, INFOBORNEO – Penguatan koperasi sekolah yang didorong Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) tidak hanya bertujuan menopang operasional sekolah, tetapi juga menjadi sarana edukasi karakter bagi peserta didik. Melalui koperasi, siswa diajak belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, serta nilai gotong royong.
Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, dalam rapat koordinasi daring bersama lebih dari 400 kepala sekolah dan pengawas SMA, SMK, serta Sekolah Khusus (SKH) se-Kalimantan Tengah, Sabtu (17/1/2026).
“Koperasi sekolah bukan sekadar unit usaha, tapi juga sarana pembelajaran. Di sana anak-anak belajar tata kelola, disiplin, dan nilai kebersamaan,” kata Reza.
Pada tahun 2026, Pemprov Kalteng mengalokasikan dana sebesar Rp53 miliar yang disalurkan melalui koperasi sekolah, dengan sasaran sekitar 34 ribu siswa. Setiap peserta didik memperoleh alokasi sekitar Rp1,5 juta yang pengelolaannya diatur secara terstruktur.
Dari jumlah tersebut, Rp1 juta dikelola koperasi sekolah untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan belajar seperti tas, buku tulis, dan alat tulis. Sementara Rp500 ribu sisanya dapat dicairkan oleh siswa secara bertahap sesuai ketentuan, dengan batas pengambilan awal maksimal Rp150 ribu, guna memastikan pemanfaatan dana tetap terkontrol dan tepat sasaran.
Sebagai ilustrasi, apabila satu sekolah memiliki sekitar 100 siswa sasaran, maka dana yang dikelola melalui koperasi sekolah dapat mencapai Rp150 juta. Dana tersebut masuk ke rekening koperasi sekolah dan penggunaannya dipantau bersama oleh pihak sekolah.
Reza menegaskan keberhasilan kebijakan ini membutuhkan komitmen seluruh kepala sekolah dan pengawas. Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak ragu menjalankan kebijakan demi kepentingan pendidikan.
“Kalau niat kita untuk kebaikan pendidikan dan anak-anak kita, jangan pernah ragu. Kita jalankan dengan sungguh-sungguh,” ucapnya.
Melalui penguatan koperasi sekolah, Disdik Kalteng berharap bantuan pendidikan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang mandiri dan bertanggung jawab.